BENGKULUBAROMETER – PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu atau Bank Bengkulu mencatatkan kinerja keuangan yang menggembirakan sepanjang Tahun Buku 2025. Hal itu disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Rabu 28 Januari 2026 Graha Bank Bengkulu.
Dalam laporan keuangan yang telah diaudit, Bank Bengkulu berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar. Angka ini meningkat signifikan sebesar 34,70 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
PLT Direktur Utama Bank Bengkulu, H. Iswahyudi, SE., MM, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari pengelolaan bisnis yang lebih hati-hati serta penguatan tata kelola perusahaan.
“Kinerja ini menunjukkan bahwa Bank Bengkulu tetap tumbuh secara sehat di tengah tantangan ekonomi global. Kami fokus pada penguatan fundamental bisnis dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Iswahyudi.
Selain laba bersih, total aset Bank Bengkulu juga mengalami pertumbuhan. Hingga akhir 2025, total aset tercatat sebesar Rp 11,190 triliun atau naik 8,06 persen dibandingkan tahun 2024.
Dari sisi penyaluran kredit, Bank Bengkulu mencatat peningkatan sebesar 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp8,205 triliun atau tumbuh 2,52 persen.
Iswahyudi menjelaskan, pertumbuhan kredit tetap diarahkan pada sektor-sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Kami ingin kehadiran Bank Bengkulu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha lokal, terutama UMKM,” ujarnya.
Dari sisi kesehatan keuangan, rasio-rasio penting tetap terjaga dengan baik. Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 1,64 persen, Return on Equity (ROE) 9,51 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada angka 25,11 persen.
Modal inti Bank Bengkulu per 31 Desember 2025 mencapai Rp1,453 triliun. Kondisi ini dinilai cukup kuat untuk mendukung ekspansi bisnis yang lebih luas di masa mendatang.
RUPS juga menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penegasan arah kebijakan perusahaan ke depan. Bank Bengkulu menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.
Iswahyudi menegaskan, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah sebagai pemegang saham serta kepercayaan masyarakat Bengkulu.
“Kami berterima kasih atas dukungan seluruh pemegang saham dan nasabah. Kepercayaan ini akan kami jaga dengan meningkatkan kualitas layanan,” katanya.
Ke depan, Bank Bengkulu akan terus memperkuat posisinya sebagai bank daerah yang sehat, profesional, dan berdaya saing. Pertumbuhan bisnis akan diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan dan penguatan manajemen risiko.
Dengan hasil RUPS Tahun Buku 2025 ini, Bank Bengkulu optimistis dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan Bengkulu yang lebih maju.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









