BENGKULUBAROMETER – Kerja keras dan membutuhkan waktu panjang, PT Pelindo Regional 2 Bengkulu kembali membuahkan hasil baik. Setelah bertahun-tahun menghadapi sedimentasi berat yang membuat alur Pelabuhan Pulau Baai dangkal dan membatasi aktivitas pelayaran, akhirnya mampu menuntaskan pengerukan tahap 2 sesuai Instruksi Presiden (Inpres) sebelum batas waktu berakhir. Target yang diminta langsung oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berkunjung ke Bengkulu, agar Pelindo Bengkulu menyelesaikan normalisasi alur pada minggu keempat November 2025, resmi tercapai dua hari lebih cepat.
Pada konferensi pers, Senin 8 Desember 2025, General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menyampaikan kabar yang ditunggu seluruh pemangku kepentingan pelayaran Bengkulu. Dengan nada tegas namun penuh antusias, ia mengumumkan bahwa pada tanggal 28 November 2025 kedalaman alur sudah menyentuh 6,5 meter Low Water Spring (LWS). Artinya, kapal kini dapat keluar-masuk Pelabuhan Pulau Baai tanpa lagi bergantung pada pasang surut.
“Ini tonggak penting. Setelah lama aktivitas pelayaran terhambat akibat sedimentasi, hari ini kita kembalikan fungsi utama Pelabuhan Pulau Baai sebagai gerbang logistik Bengkulu,” ujarnya.
Kesuksesan mencapai kedalaman 6,5 meter LWS bukan pekerjaan sederhana. Proses pengerukan memerlukan koordinasi intens dengan banyak instansi, mulai dari KSOP Kelas III Bengkulu, Ditjen Perhubungan Laut, hingga pemerintah daerah. Cuaca ekstrem, perairan dangkal, dan dinamika teknis lain sempat menghambat proses, namun seluruh rintangan itu dapat dilalui.
“Kami datang ke Bengkulu 1 Oktober, dan sejak itu rapat-rapat dengan Pak KSOP bukan lagi hitungan jam, tapi sampai menjelang azan Subuh. Artinya, dengan semangat kolaborasi, interest tahap dua ini bisa diselesaikan,” ujar Dimas
Selain pengerukan alur, Dimas juga mengungkapkan bahwa Pelindo menyiapkan sejumlah pekerjaan pendukung. Fasilitas kolam pelabuhan akan diperdalam, terminal curah kering dan basah diperbaiki, serta infrastruktur jalan ditingkatkan. Semua itu merupakan bagian dari paket revitalisasi Pulau Baai untuk mengembalikan daya tariknya sebagai pelabuhan strategis di pesisir barat Sumatra.
Ditempat yang Sama, Kepala KSOP Kelas III Bengkulu, Petrus Christanto Maturbongs, yang turut hadir, memberikan apresiasi penuh. Ia menilai pencapaian itu tidak hanya menunjukkan komitmen Pelindo, tetapi juga menggambarkan model kolaborasi ideal lintas lembaga.
“Kami dari pemerintah, sebagai perwakilan Dirjen Laut, melihat capaian ini sebagai prestasi luar biasa. Dikerjakan sungguh-sungguh, selesai sebelum tenggat, dan berdampak langsung pada arus pelayaran,” ujarnya.
Namun, pekerjaan belum selesai. Tahap III yang lebih berat menanti. Pada tahap berikutnya, Pelindo Bengkulu harus mencapai target kedalaman 12 meter LWS—angka yang akan membuka peluang kapal berkapasitas besar untuk masuk ke Bengkulu. Tenggatnya 31 Juli 2026, tetapi Bimas yakin bisa selesai lebih cepat.
“Dengan pola kerja kami saat ini, koordinasi jalan, alat memadai, dan dukungan semua pihak, saya optimistis target bisa dicapai lebih awal,” jelasnya.
Momentum besar kini menanti. Pada 12 Desember 2025 mendatang, kapal kontainer dijadwalkan tiba untuk pertama kalinya setelah alur kembali normal. Petrus menyebut momen itu sebagai pembuktian.
“Ibarat kata, kalau pelabuhan tidak melihat kontainer, rasanya tidak lengkap. Kehadiran kapal ini menunjukkan alur kita benar-benar siap.” ungkapnya
Ketua DPC INSA Bengkulu, Rela Sumadiyana, menyambut kabar itu dengan penuh optimisme. Bagi pelaku pelayaran, terbukanya alur merupakan nyawa bagi aktivitas ekonomi.
“Pelabuhan adalah gerbang ekonomi kita. Barometernya lewat pelabuhan. Ketika kapal bisa melintas tanpa menunggu pasang, roda ekonomi bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Ke depan, Pulau Baai diproyeksikan menjadi salah satu simpul logistik terbesar di pantai barat Sumatra. Dengan pengerukan tahap III, perbaikan fasilitas terminal, dan peningkatan akses darat, Bengkulu berpeluang besar menarik investasi baru dan meningkatkan ekspor komoditas unggulan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









