PT Bio Nusantara Teknologi Tanam 10.000 Bambu, Komitmen Pulihkan DAS

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAROMETERBENGKULU — Upaya pemulihan lingkungan di Kabupaten Bengkulu Tengah memasuki tahap penting. Pada Kamis, 27 November 2025, PT Bio Nusantara Teknologi memulai program besar rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sei Lemau dengan menanam 10.000 batang bambu di kawasan Air Merah. Program ini menjadi salah satu aksi korporasi yang mendapat apresiasi luas, baik dari pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan lingkungan.

General Manager PT Bio Nusantara Teknologi, Heru Wiratmana, menegaskan bahwa penanaman bambu ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekologi wilayah operasi.

“Ini adalah komitmen jangka panjang PT Bio untuk memulihkan kawasan DAS. Bambu adalah tanaman yang paling efektif menahan erosi, memperbaiki struktur tanah, dan menjaga debit air. Kami ingin langkah ini menjadi kontribusi nyata bagi Bengkulu Tengah,” ujar Heru.

Heru menjelaskan bahwa program rehabilitasi ini sejalan dengan kewajiban perusahaan berdasarkan regulasi lingkungan hidup, sekaligus mendukung agenda Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dalam merawat kawasan DAS yang mulai mengalami tekanan akibat aktivitas manusia.

Baca Juga :  Warga Timur Indah Bentang Spanduk, Tolak Penimbunan Limbah PLTU di Tengah Permukiman

Sebanyak 10.000 batang bambu yang ditanam terdiri dari dua jenis, Bambu Betung dan Bambu Cendana, keduanya dikenal kuat, cepat tumbuh, dan efektif dalam memperkuat bantaran sungai. Selain itu, PT Bio juga menyiapkan penanaman Jeruk Kalamansi, ikon pertanian Bengkulu Tengah, sebagai pelengkap vegetasi lokal di kawasan tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini isa menjadi pionir bagi perusahaan-perusahaan lain, khususnya sektor perkebunan, untuk turut serta menjaga aliran DAS di Provinsi Bengkulu,” tegas Heru.

Kegiatan penanaman dimulai pukul 10.00 WIB di lahan PT Bio Nusantara Teknologi Air Merah. Acara ini dihadiri berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, tanda bahwa upaya pemulihan lingkungan merupakan agenda bersama yang perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut. Asisten II Setkab Bengkulu Tengah, Eka Nurmeini, mewakili Bupati. Perwakilan DLHK Provinsi Bengkulu, Gultom Harmedi. Perwakilan DLH Bengkulu Tengah, Deki Apriadi. Kadis Perkebunan Bengkulu Tengah. Kapolsek Pondok Kelapa. Danramil Pondok Kelapa. Camat Pondok Kelapa. Kepala Desa Pondok Kelapa.Kepala Desa Padang Betuah. Kepala Desa Kembang Ayun. Perwakilan media

Baca Juga :  Habitat Terus Dirambah, Gajah Seblat Kini Terpaksa Makan Sampah

Keberadaan para pejabat lintas sektor ini menunjukkan bahwa upaya rehabilitasi lingkungan tidak bisa berjalan tanpa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, desa, dan perusahaan.

Menurut Heru, keberhasilan program ini hanya akan berarti jika perusahaan lain juga ikut bergerak. DAS Sei Lemau merupakan salah satu aliran air vital di Bengkulu Tengah, sehingga keberlanjutan wilayahnya tidak bisa ditopang oleh satu pihak saja.

“Kami ingin memulai gerakan ini, tetapi tentu tidak bisa berjalan sendiri. Pemulihan DAS harus dilakukan secara kolektif. Lingkungan tidak mengenal batas lahan perusahaan atau desa—semua saling terhubung,” tambahnya.

Program rehabilitasi DAS Sei Lemau ini diharapkan menjadi model pengelolaan lingkungan yang lebih kolaboratif, sekaligus mengembalikan fungsi ekosistem yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Dengan penanaman ribuan bambu dan tanaman lokal lainnya, PT Bio Nusantara Teknologi berharap aktivitas ekonomi dan keberlanjutan lingkungan tidak lagi berjalan secara berlawanan, tetapi saling menguatkan. (**)

Berita Terkait

Sidang Perdana Kasus Modus Jabatan Dirut Bank Bengkulu, Terdakwa Didakwa Rugikan Korban Rp550 Juta
Tawaran Hak Rp20 Juta per Orang Belum Disepakati, Tiga Eks Guru SDIT Rabbani Pertimbangkan ke PHI
KNMP di Bengkulu Bakal Diperluas, 11 Titik Disiapkan pada 2026
Nandar Munadi Sentil Kepala OPD: Jangan Jadikan SPI Sekadar Formalitas
DPRD Desak Polemik Mantan Guru SDIT Rabbani Segera Tuntas, Yayasan Diminta Penuhi Hak Guru
ESDM Bengkulu Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Ganggu Pasokan BBM
 1.600 Penumpang Bengkulu Terdampak, Penerbangan Batal Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
Eks Satpam SPPG Keluhkan Upah, Komisi IV DPRD Bengkulu Sebut Jangan Zalim kepada Relawan
Berita ini 708 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:53 WIB

Sidang Perdana Kasus Modus Jabatan Dirut Bank Bengkulu, Terdakwa Didakwa Rugikan Korban Rp550 Juta

Rabu, 9 September 2026 - 16:43 WIB

Tawaran Hak Rp20 Juta per Orang Belum Disepakati, Tiga Eks Guru SDIT Rabbani Pertimbangkan ke PHI

Rabu, 9 September 2026 - 16:34 WIB

KNMP di Bengkulu Bakal Diperluas, 11 Titik Disiapkan pada 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:26 WIB

Nandar Munadi Sentil Kepala OPD: Jangan Jadikan SPI Sekadar Formalitas

Senin, 7 September 2026 - 11:10 WIB

ESDM Bengkulu Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Ganggu Pasokan BBM

Berita Terbaru

HPMPI meminta pemerintah membuka peluang bagi 6.500 outlet Pertashop untuk menyalurkan BBM subsidi dan menjadi SPBU Kompak.

Berita Terkini

Punya 6.500 Outlet, HPMPI Minta Pertashop Diizinkan Jual BBM Subsidi

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:33 WIB