Edwar Samsi: Pilkada Lewat DPRD Pangkas Hak Rakyat, PDI Perjuangan Bengkulu Menolak Keras

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Pemenangan Pemilu PDIP Bengkulu Edwar Samsi menilai Pilkada lewat DPRD memangkas hak rakyat dan merusak demokrasi.

Wakil Ketua Pemenangan Pemilu PDIP Bengkulu Edwar Samsi menilai Pilkada lewat DPRD memangkas hak rakyat dan merusak demokrasi.

BENGKULUBAROMETER – Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, menilai wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebagai langkah mundur dalam demokrasi. Ia menegaskan, mekanisme tersebut berpotensi memangkas hak politik rakyat.

Menurut Edwar, Pilkada langsung bukan sekadar prosedur pemilihan, tetapi simbol kedaulatan rakyat. Ketika rakyat tidak lagi memilih secara langsung, maka esensi demokrasi ikut tergerus.

“Kami menolak dengan tegas Pilkada yang dipilih oleh DPRD, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, kota. Rakyat harus tetap menjadi penentu utama siapa pemimpinnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini Pilkada langsung telah memberi ruang partisipasi politik yang luas kepada masyarakat. Rakyat dapat terlibat aktif, mulai dari mengenal calon, menilai program, hingga menentukan pilihan di bilik suara.

Baca Juga :  Mantan Sekwan dan Bendahara Divonis 4 Tahun Penjara, 5 Terdakwa Lainnya Divonis 16 Bulan.

Jika Pilkada diserahkan kepada DPRD, lanjut Edwar, maka proses politik akan lebih elitis dan tertutup. Keputusan strategis tentang kepemimpinan daerah hanya ditentukan oleh segelintir orang.

“Ini bukan soal partai politik semata, tetapi soal masa depan demokrasi kita. Jangan sampai rakyat hanya menjadi objek, bukan subjek dalam politik,” katanya.

PDI Perjuangan Bengkulu, menurut Edwar, tetap konsisten memperjuangkan demokrasi yang berakar pada rakyat. Partai ini menilai bahwa kekuasaan sejatinya berasal dari rakyat dan harus dikembalikan kepada rakyat.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Tegaskan Tanggung Jawab AMDAL Ada pada Pemegang IUP

Edwar juga mengingatkan bahwa kepala daerah hasil Pilkada langsung memiliki legitimasi yang kuat. Mereka bertanggung jawab langsung kepada rakyat yang memilihnya, bukan hanya kepada elite politik.

“Pemimpin yang dipilih rakyat akan lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan, karena mereka sadar mandatnya berasal dari masyarakat,” jelasnya.

Dengan sikap ini, PDI Perjuangan Bengkulu berharap wacana Pilkada melalui DPRD tidak dilanjutkan. Partai ini mendorong semua pihak untuk duduk bersama dan memperkuat sistem Pilkada langsung agar lebih berkualitas, bukan justru menghapusnya.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

PH Korban Desak Polisi Tuntaskan Dugaan Penganiayaan Mahasiswa di Kampus
10 Ton Pupuk Bersubsidi Disita, Polisi Bongkar Praktik Penjualan di Atas HET
DPRD Provinsi Umumkan PAW Ketua, Paripurna Diwarnai Perdebatan
Wamen Viva Yoga Dorong Muna Barat Jadi Sentra Perikanan Unggulan Nasional
Dari Rumah Gelap ke Cahaya Harapan, Eva Susanti Akhirnya Nikmati Listrik dari Gubernur 
LBH KAHMI dan Alumni GMNI Desak Pengusutan Dugaan Penganiayaan di Kampus Dehasen
Destita Serap Aspirasi Kemenhaj Bengkulu, Pastikan Layanan Haji 2026 Kian Optimal
Destita Tinjau RSKJ Soeprapto, Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Jiwa Bengkulu
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 18:06 WIB

PH Korban Desak Polisi Tuntaskan Dugaan Penganiayaan Mahasiswa di Kampus

Senin, 2 Maret 2026 - 17:44 WIB

10 Ton Pupuk Bersubsidi Disita, Polisi Bongkar Praktik Penjualan di Atas HET

Senin, 2 Maret 2026 - 15:53 WIB

DPRD Provinsi Umumkan PAW Ketua, Paripurna Diwarnai Perdebatan

Senin, 2 Maret 2026 - 02:23 WIB

Wamen Viva Yoga Dorong Muna Barat Jadi Sentra Perikanan Unggulan Nasional

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:47 WIB

Dari Rumah Gelap ke Cahaya Harapan, Eva Susanti Akhirnya Nikmati Listrik dari Gubernur 

Berita Terbaru