BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu mencatat capaian positif dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Hingga awal tahun 2026, Bengkulu berada di posisi lima besar secara nasional dalam progres pembentukan koperasi desa tersebut.
Capaian ini disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Korem 041/Gamas di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin 26 Januari 2026. Rapat berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
“Bengkulu berada di posisi kelima dengan progres yang sangat baik dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Mian.
Menurut data Pemerintah Provinsi Bengkulu, hingga saat ini terdapat 1.505 Koperasi Desa Merah Putih yang telah memiliki badan hukum. Artinya, koperasi-koperasi tersebut sudah memiliki legalitas untuk menjalankan kegiatan usaha dan mengelola potensi ekonomi desa.
Selain itu, sebanyak 351 gerai koperasi telah memasuki tahap proses pembangunan fisik dan telah dianggarkan melalui skema pembiayaan yang disiapkan pemerintah daerah.
Mian menjelaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya program administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Koperasi ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi, mulai dari distribusi kebutuhan pokok, pengelolaan hasil pertanian, hingga pemberdayaan usaha kecil masyarakat.
“Tujuan utama koperasi ini adalah memperkuat ekonomi desa. Kalau desa kuat, maka daerah juga akan kuat,” kata Mian.
Ia menilai keberhasilan Bengkulu menembus lima besar nasional tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan TNI melalui Korem 041/Gamas serta pemerintah kabupaten dan kota.
Dalam rapat tersebut, Komandan Korem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pembangunan koperasi desa. Ia menilai koperasi sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Pemprov dan pemerintah kabupaten agar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dapat tercapai sesuai target,” ujar Jatmiko.
Keterlibatan TNI dalam program ini difokuskan pada pendampingan lapangan, penguatan koordinasi, serta membantu memastikan program berjalan tertib dan tepat sasaran.
Ke depan, Pemprov Bengkulu menargetkan agar seluruh koperasi desa tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga benar-benar aktif menjalankan usaha produktif.
Mian berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh daerah di Bengkulu untuk mempercepat pembangunan koperasi desa sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
“Kita ingin koperasi desa menjadi wajah baru ekonomi Bengkulu yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan progres yang terus meningkat, Bengkulu optimistis mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu provinsi dengan pengembangan koperasi desa terbaik di Indonesia.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









